8 Pelabuhan Khusus Beltim di Datangi Petugas

8 Pelabuhan Khusus Beltim di Datangi Petugas
Petugas sensus saat lakukan wawancara kepada ABK Kapal

BELITUNG TIMUR - Pada pelaksanaan Hari Sensus (Cencus Day)  petugas dari BPS Kabupaten Beltim melakukan sensus penduduk terhadap anak buah kapal (ABK) berbendera Indonesia yang menambatkan sauh di berbagai pelabuhan di Kabupaten Beltim. Hasilnya dari 8 pelabuhan khusus yang didatangi, petugas berhasil mensensus 196 ABK dari 18 kapal yang sedang berlabuh (15/9/2020).

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, petugas BPS dibantu oleh satuan tugas (Task Force) gabungan dari Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan (KUPP) Kelas III Manggar, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Manggar, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Beltim.

Satuan tugas yang berjumlah 15 orang itu dibagi dalam tiga tim. Masing-masing tim bertugas untuk mendampingi petugas BPS saat melakukan sensus ke pelabuhan khusus yang tersebar di 6 Kecamatan di Kabupaten Beltim.

“Karena di Beltim ini tidak ada kapal yang sandar di pelabuhan umum, namun hanya di pelabuhan khusus sehingga kita perlu task force ini, baik untuk masalah kesehatan terkait COVID maupun perizinan untuk masuk ke dalam areal pelabuhan atau naik ke kapal,” jelas Kepala Kantor BPS Kabupaten Beltim Azhar.   
Berbeda dengan daerah lainnya yang melakukan sensus bagi ABK pada malam hari, khusus untuk Kabupaten Beltim pelaksanaan sensus bagi ABK dilakukan pada siang dan sore hari. Hal ini lantaran lokasi pelabuhan khusus yang letaknya tersebar dan berada di pelosok.

“Kita sudah meminta izin untuk melakukan di siang hari, selain Kabupaten Beltim ada Gorontalo Sulawesi yang melakukan siang hari. Pertimbangannya karena di Kabupaten Beltim kapal merapat di pelabuhan khusus jaraknya jauh dan cukup banyak,” beber Azhar.

Selain itu pula Azhar yang juga ikut turun ke lapangan menyatakan kondisi keamanan serta risiko keselamatan petugas lebih tinggi jika sensus terhadap ABK dilakukan saat malam hari. Mengingat kondisi lokasi dan akses baik jalan menuju pelabuhan maupun ke kapal kurang memungkinkan.

“Kita tadi harus meniti di tepi-tepi kapal tongkang dan memanjat badan kapal untuk menuju ke tug boat. Gelombangnya lumayan tinggi, makanya kalau dilakukan malam hari akan berisiko,” ujarnya.

Meski begitu, Azhar pelaksanaan Sensus Day di Kabupaten Beltim dapat berjalan sesuai dengan harapan. Seluruh ABT dan tuna wisma di KAbupaten Beltim dapat disensus oleh petugas. (@/Helmi)